Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia

Agar Bisa Berjalan Sukses, Kemenpora Gelar Bimbingan Teknis Liga Santri Nasional 2017

Kamis, 15 Juni 2017 18:54:08

Deputi Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Raden Isnanta saat memberikan sambutan pada acara Bimbingan Teknis (Bimtek) LSN 2017 di Hotel Peninsula Jakarta, Rabu (14/6) malam.(foto:hasan/kemenpora.go.id)

Jakarta: Untuk mempersiapkan Liga Santri Nusantara (LSN) 2017, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bekerjasama dengan Rabithah Ma`ahid Islamiyah (RMI) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) LSN 2017 di Hotel Peninsula Jakarta, 14 sampai 16 Juni 2017. Dengan Bimtek ini, perhelatan liga sepakbola antar santri tahun ketiga diharapkan berlangsung lancar dan lebih sukses dari tahun-tahun sebelumnya.

Bimtek LSN 2017 dihadiri oleh Deputi Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Raden Isnanta dan Asisten Deputi Pengembangan Olahraga Tradisional dan Layanan Khusus dr. Bayu Rahadian. Dalam sambutannya Isnanta menyambut baik pelaksanaan Bimtek Liga Santri Nusantara dan akan menjadi tolak ukur kesuksesan pelaksanaan berikutnya.

Isnanta mengatakan, LSN yang merupakan kompetisi usia muda dilaksanakan berdasarkan pada Undang-undang Nomor 3 tahun 2005 tentang sistem keolahragaan nasional (SKN) yang di dalamnya disebutkan bahwa Setiap warga negara mempunyai hak yang sama. Di antaranya, untuk melakukan kegiatan olahraga, memperoleh pelayanan dalam kegiatan olahraga, memilih dan mengikuti jenis dan cabor yang sesuai bakat dan minatnya, memperoleh pengarahan dukungan, bimbingan, pembinaan dan pengembangan dalam keolahragaan, menjadi pelaku olahraga dan mengembangkan industri olaharaga.

“Sesuai bidang Deputi Pembudayaan Olahraga bahwa Liga Santri tidak hanya di harapkan juaranya tapi bagaimana pembudayaan olahraga dapat digelorakan di pondok pondok pesantren seluruh Indonesia,” katanya.

Lebih lanjut Isnanta mengatakan Liga Santri Nusantara dimaksudkan agar dunia pesantren mampu menciptakan bibit baru bahkan mencetak pemain terbaik yang profesional di dunia persepakbolaan nasional. Karena sejatinya olah raga sepak bola milik semua lapisan masyarakat. “Saya melihat pelaksaan Liga Nusantara 2016 sudah cukup baik, ini bisa dilihat dari pemberitaannya yang cukup massif bahkan bisa siaran langsung di Telivisi ternama, bahka semua dokumennya dapat di lihat di youtube,"ujarnya.

Pelaksanaan Liga Santri 2017 ini dapat ditingkatkan kepada pengelolaannya pasca kompetisi berlangsung. “Seriuskan kita dapat mendampingi pesantren-pesantren untuk terus berlatih walaupun belum LSN bergulis, jangan-jangan santri-santri berlatih saat LSN akan digulirkan,” pungkasnya.

Ketua Pengurus Pusat Rabtihah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) selaku sebagai panitia pelaksana, KH Abdul Ghoffarrozin mengatakan, sepak bola merupakan olahraga milik seluruh masyarakat Indonesia yang dimainkan oleh seluruh kalangan. Termasuk munculnya Liga Santri Nusantara (LSN) merupakan entitas yang tak dapat dipasahkan antara sepakbola dan pesantren. 

Menurut pria yang akrab disapa Gus Rozin ini, LSN dimaksudkan agar dunia pesantren mampu menciptakan bibit baru bahkan mencetak pemain terbaik yang profesional di dunia persepakbolaan nasional. Karena sejatinya olahraga sepakbola milik semua lapisan masyarakat.“Selain itu, LSN merupakan salah satu cara pemerintah untuk memastikan bahwa segenap komponen anak bangsa melihat dan menjadikan olahraga sebagai bagian yang tidak bisa dipisahkan.  Dari proses pembentukan mental, pembentukan karakter dan watak. Kalau dalam bahasa pesantren adalah membentuk generasi berakhlaqul karimah, kuat secara spiritual, hebat dari sisi intelektual, kreatif dari sisi keterampilan” terang pria asal Pati, Jawa Tengah ini.

Gus Rozin selaku Ketua RMI menganggap perlu untuk kembali melendingkan Liga Santri Nusantara 2017, sebagai wadah untuk pengaktualisasian diri dalam pengembangan potensi santri di bidang sepak bola. “LSN 2017 sebagaimana tujuan tahun sebelumnya adalah media pencarian bibit sepakbola usia muda di kalangan pondok pesantren," katanya.

Lebih lanjut Gus Rozin mengatakan LSN menjadi instrumen efektif dalam menggelorakan dan pemasalan olahraga di pondok pesantren melalui Ayo Olahraga serta menjadi media konsolidasi pondok pesantren melalui gerakan Ayo Mondok. Liga Santri Nusantara 2017 mempunya penekanan khusus untuk perbakaikan tahun sebelumnya diantaranya adalah perbaikan tata kelola pelaksanaan kegiatan “Jadi kami meminta kepada semua panitia nasional, Koordinator Region dan Panpel untuk menjadikan pelaksaan ini sebagai amanah untuk kita pegang. LSN tahun ini akan didorong mempuat sisi profesional dan sisi bisnis kompetisi sehingga jika suatu saat nanti LSN tidak lagi dibiayai Negara, maka Liga Santri tetap akan bisa digulirkan," katanya. (san)
Bookmark and Share
Oktober 2017
Min
Sen
Sel
Rab
Kam
Jum
Sab
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31