Kementerian
Pemuda dan Olahraga
Republik Indonesia
Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia

Bagi-bagi Bola Jadi Tradisi Baru Menpora Setiap Lakukan Kunjungan Kerja di Daerah


Tradisi memberi pertanyaan dan yang benar akan mendapat hadiah bola tampaknya menjadi tradisi baru Menpora Imam Nahrawi ketika melakukan kunjungan kerja (kunker) ke daerah. Pemandangan itu terlihat seperti hari ini Minggu (9/4) ketika memberikan kuliah umum STAI Bakti Negara (STAIBN) Tegal dan menyerahkan trophy Juara Umum Porsema NU ke-10 di Pondok Pesantren Al Adalah, Padasari Jatinegara, Tegal. (foto:bagus/kemenpora.go.id)
Tegal: Tradisi memberi pertanyaan dan yang benar akan mendapat hadiah bola tampaknya menjadi tradisi baru Menpora Imam Nahrawi ketika melakukan kunjungan kerja (kunker) ke daerah. Pemandangan itu terlihat seperti hari ini Minggu (9/4) ketika memberikan kuliah umum STAI Bakti Negara (STAIBN) Tegal dan menyerahkan trophy Juara Umum Porsema NU ke-10 di Pondok Pesantren Al Adalah, Padasari Jatinegara, Tegal.
 
Saat memberikan kuliah umum di STAIBN, Menpora sebelum membagikan bola menceritakan sedikit perjalanan hidupnya ketika masih menjalani masa-masa kuliah. Menurut menteri asal Bangkalan Madura ini, setiap mahasiswa dan mahasiwi harus berani bermimpi setinggi mungkin dalam hal apapun. Namun mimpi tersebut harus diiringi dengan kerja keras. 
 
"Saya dulu tidak pernah bermimpi untuk menjadi menteri, namun mimpi saya ketika kuliah adalah menjadi orang yang bermanfaat bagi masyarakat. Sebagai mahasiswa saya dulu selain kuliah juga menjadi jasa penulis kaligrafi dan alhamdulilah dari hasil tersebut bisa membiayai saya hingga lulus sekolah. Jadi pesan saya teruslah bekerja keras untuk menggapai mimpi mu," kata Menpora. 
 
Usai menceritakan singkat perjalanan hidupnya ketika masa kuliah, Menpora langsung membuka tanya-jawab dengan mahasiswa, dan yang bisa menjawab pertanyaan langsung mendapatkan bola. "Ayo siapa yang bisa menjawab pertanyaan dari pembicara, nanti yang benar akan mendapatkan bola," kata Menpora. Salah satu pembicara pun melemparkan pertanyaan, dari kampus manakah Menpora berasal..?. Pertanyaan tersebut langsung di jawab salah satu mahasiswa. "Pak Menpora berasal dari IAIN Sunan Ampel Surabaya," jawab salah satu mahasiswa dan jawaban itu benar.                    
 
Pemandangan yang sama juga ditunjukkan Menpora ketika mengunjungi Pondok Pesantren Al Adalah, Padasari Jatinegara, Tegal. Kepada salah satu anak kecil dari ponpes tersebut, Menpora memberikan pertanyaan yakni, siapakah pendiri Nahdlatul Ulama..? tanya Menpora. Dengan cerdas anak tersebut langsung menjawab KH Hasyim Al Asy'ari. Karena jawaban tersebut benar, anak tersebut langsung mendapat bola dari Menpora dan sambutan tepuk tangan dari masayarakat. 
 
Tradisi bagi-bagi bola tersebut tampaknya menjadi tradisi baru yang dilakukan Menpora untuk memotivasi  masyarakat yang ada di daerah untuk berolahraga. "Kalau bisa bola ini dibuat berolahraga ya, meskipun lapangannya belum maksimal, namun jangan memupuskan semangat untuk berolahraga ya," pesan Menpora. (amr)