Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia

Kepada Guru Penggerak NU Menpora Berpesan Agar Jadi Penguat Pondasi Murid

Jumat, 17 Februari 2017 19:52:54

Menpora Imam Nahrawi didampingi Plt.Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Faisal Abdullah, Plt. Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Jonni Mardizal dan Staf Khusus Bidang Pemuda Zainul Munasichin membuka acara Madrasah Kader Penggerak NU Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Jakarta, Jawa Barat, Banten dan Lampung di Pondok Pesantren Assidiqiyah 3, Karawang, Jawa Barat, Jumat (17/2) sore.(foto:egan/kemenpora.go.id)

Karawang : Menpora Imam Nahrawi didampingi Plt. Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Faisal Abdullah, Plt. Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Jonni Mardizal dan Staf Khusus Bidang Pemuda Zainul Munasichin membuka acara Madrasah Kader Penggerak NU Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Jakarta, Jawa Barat, Banten dan Lampung di Pondok Pesantren Assidiqiyah 3, Karawang, Jawa Barat, Jumat (17/2) sore.
 
Tiba dilokasi Menpora dan rombongan disambut Pimpinan Asshiddiqiyah 3 Karawang KH. Hasan Nuri Hidayatullah. Pada acara yang mengambil tema Penggerakan Pendidikan Nilai Aswaja An Nahdliyah untuk Kadaulatan NKRI tersebut Menpora mengatakan bahwa hari ini kita menghadapi situasi yang agak rumit disaat negara kita sudah menjadi negara yang kokoh dan sudah menjadi kiblat baru bagi negara Islam.
 
"Jadi banyak negara-negara Islam yang belajar ke Indonesia untuk merawat keislaman dengan damai dalam kancah politik, pemerintahan, suku dan sebagainya. Banyak negara-negara lain yang belajar dengan Indonesia karena faktanya negara lain belum mampu bisa merawat keislaman dengan istiqomah," ujar Menpora.
 
Menteri asal Bangkalan Madura, Jawa Timur ini juga mengatakan jumlah rakyat Indonesia ini besar dengan beragam suku, agama, budaya dan bahasa  tapi Indonesia bisa kuat dan bersatu. Penyebabnya karena pahlawam kita berjuang dengan tulus dan ikhlas untuk masa depan generasi bangsa. "Karena itu, saya berharap kepada peserta Madrasah Kader Penggerak NU ini yang pesertanya adalah guru untuk menjadi penguat pondasi bagi para muridnya agar di masa depan para murid kita mampu meneruskan perjuangan para alim ulama dan pahlawan," tambahnya.
 
Di sisi lain, Menpora menyampaikan bahwa kaum santri tidak boleh berkecil hati. Apapun yang kita lakukan ini niatkan  untuk masa depan dan untuk NKRI. "Saya kira yang kita tanam hari ini akan berbuah dengan baik. Apa pun yang sekarang ini kita lakukan demi generasi yang akan datang. Kenapa kita harus repot-repot menanam pohon mangga karena siapa tahu buahnya dapat dinikmati oleh generasi kita selanjutnya," ujar Menpora.
 
Pimpinan Asshiddiqiyah 3 Karawang KH Hasan Nuri Hidayatullah mengatakan bahwa guru adalah orang yang paling istimewa yang Allah ciptakan. "Ketika gurunya bagus maka muridmya akan bangus. Saya teringat satu syair yang diucapkan oleh seorang ulama bahwa guru dan dokter mempunyai posisi yang sangat penting bagi masyarakat. Kalau guru bermanfaat untuk mengobati bathinnya sedangkan dokter mengobati fisiknya. Kalau ada yang tidak mau dekat pada guru maka terimalah akan kebodohan bagi siapapun," ucapnya.
 
Dalam acara tersebut Menpora juga menyaksikan prosesi pelantikan Pengurus Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kabupaten Kerawang. Pelantikan ini di pimpin oleh 
Ketua Pimpinan Pusat Pergunu KH Asep Saifuddin Chalim. (rep)
 
 
 
 
Bookmark and Share
Juni 2017
Min
Sen
Sel
Rab
Kam
Jum
Sab
 
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30