Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia

Diberitahukan bahwa saat ini Call Center Kemenpora (1500 928) sudah aktif kembali.

Menpora Ingin Pengurus PRSI Baru Bisa Meningkatkan Prestasi Renang Indonesia di Kancah Internasional

Rabu, 11 Januari 2017 12:00:00

Menpora Imam Nahrawi menghadiri Upacara Pengukuhan dan Pelantikan Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI) periode 2016-2020 di West Java Ballroom Hotel Westin, Jakarta, Rabu (11/1) pagi. Menpora menyampaikan apresiasi dan mengucapkan selamat atas pelantikan PB PRSI periode 2016-2020. (foto:egan/kemenpora.go.id)

Jakarta: Menpora Imam Nahrawi menghadiri Upacara Pengukuhan dan Pelantikan  Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI) periode 2016-2020 di West Java Ballroom Hotel Westin, Jakarta, Rabu (11/1) pagi. Menpora menyampaikan apresiasi dan mengucapkan selamat atas pelantikan PB PRSI periode 2016-2020. 
 
"Saya sangat optimis di bawah pimpinan Anindya Novyan Bakrie akan membawa perubahan dan harapan dari seluruh masyarakat Indonesia akan prestasi di level internasional.  Kita ini negara maritim yang luas, pasti kita punya sumber daya manusia yang besar, hanya tinggal kita dorong  agar pembudayaan maupun permasalahan renang betul-betul di mulai secara sistimatism,” ucap Imam.
 
Menurutnya, pemerintah akan terus mendukung karena membentuk prestasi itu bukan jangka pendek melainkan jangka panjang tetapi kalau dilakukan secara bersama-sama, sistematis dan perencanaan yang kuat maka pada perhelatan yang akan datang baik single maupun multieven  akan terlihat hasilnya.
 
“Saya yakin seluruh pengurus PB PRSI akan membuat yang terbaik untuk negeri yang kita cintai. Mari kita sama-sama untuk menyiapkan dan kita buktikan bahwa Indonesia bisa sejajar dengan bangsa lain. Sebentar lagi akan ada Sea Games dan Asian Gemas, mari kita tunjukkan prestasi PRSI. Dulu kita pernah berjaya dan saya yakin nantipun kita bisa dan harus bangkit kembali,” ujarnya.
 
Dalam kesempatan itu, Imam juga menyinggung masalah doping. “Saya mendapat laporan bahwa pada PON yang lalu ada sekitar 12 atlet yang mendapatkan medali terindikasi mengunakan doping. Karena itu, kami sudah membentuk dewan disiplin.  Dawan disiplin ini akan melihat secara langsung hasil dari  World Anti-Doping (WADA) yang  sekaligus melihat apa sanksi yang diberikan pada atlet tersebut. Kalau sudah pasti melakukan doping maka harus diberikan tindakan tegas, setidaknya medalinya harus dicopot,” tutupnya.
 
Ketum KONI Tono Suratman mengatakan dengan di bawah kepemimpinan  Anindya Novyan Bakrie akan semakin maju dan dapat menunjukkan berprestasinya pada tingkat internasional. “Pengukuhan tidak sekedar seremonial semata namun lebih dari itu pengukuhan bermakna penetapan atau pengesahan atas nama yang tercantum sebagai pengurs besar PB PRSI yang diberikan tugas dan tanggungjawab sesuai jabatan masing-masing. Hal in berarti PB PRSI mendapat amanah dari masyarakat olahraga khususnya renang. Sedangakan pelantikan bermakna memberikan prestasi  yang terbaik demi bangsa dan negara. 
 
Hadir dalam pelantikan tersebut Ketua Umum PB PRSI periode 2016-2020 Anindya Novyan Bakrie, Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Gatot S. Dewa Broto, Gubernur Sumsel Alex Noerdin, Ketua Umum KONI  Tono Suratman, Ketua Satlak Prima Ahmad Sutjipto, Ketua Umun KOI Eric Tohir. Anindya terplih sebagai Ketua Umum PB PRSI pada Oktober 2016 lalu menggantikan Sandiaga Uno setelah dipilih secara aklamasi oleh 28 Pengurus Provinsi (Pengprov) yang hadir dari 34 Pengprov PRSI.(rep)
Bookmark and Share
Desember 2017
Min
Sen
Sel
Rab
Kam
Jum
Sab
 
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31