Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia

Diberitahukan bahwa saat ini Call Center Kemenpora (1500 928) sudah aktif kembali.

Pengumuman

Kamis, 31 Agustus 2017

Perpanjangan Bantuan Pemerintah Bagi Wirausaha Muda Pemula dan Sentra Kewirausahaan Pemuda Tahun 2017

Download file

Sumber: Asisten Deputi Kewirausahaan Pemuda - Deputi Bidang Pengembangan Pemuda


Senin, 28 Agustus 2017

[NARASI TUNGGAL] – Rakyat Sehat Negara Kuat

Capaian Kinerja Kemenkes RI Tahun 2015-2017

Jakarta, 28 Agustus 2017

Jumlah kasus kematian Bayi turun dari 33.278 di tahun 2015 menjadi 32.007 pada tahun 2016, dan di tahun 2017 di semester I sebanyak 10.294 kasus. Demikian pula dengan angka kematian Ibu turun dari 4.999 tahun 2015 menjadi 4912 di tahun 2016 dan di tahun 2017 (semester I) sebanyak 1712 kasus. Demikian disampaikan Menteri Kesehatan RI, Nila Djuwita F. Moeloek, tentang Kinerja Kemenkes RI selama tahun 2015-2017. Keterangan tersebut disampaikan pada acara jumpa pers tentang Penjelasan Nota Keuangan dan Rencana Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2018 di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta (17/8). Dalam rangka mewujudkan Keluarga Indonesia Sehat, Kementerian Kesehatan telah melaksanakan berbagai program selama dua tahun terakhir. Seperti capaian di lingkup program Kesehatan Masyarakat (Kesmas) yang meliputi penurunan angka kematian Bayi dan angka kematian Ibu.

Berikut ini adalah capaian kinerja Kemenkes lainnya, yaitu:
Imunisasi
Kemenkes berhasil melindungi bayi dari Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) selama dua tahun bergulir.  “Untuk Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) di tahun 2015 mencakup 4.139.903 bayi, kemudian di tahun 2016 meningkat menjadi 4.361.072 bayi. Sedangkan capaian hingga semester I tahun 2017 sebanyak 1.773.440 bayi,” Menkes

Penurunan Angka Balita Stunting
Kasus Balita stunting menjadi fokus utama dalam kinerja Kemenkes selama dua tahun bergulir. Dalam upaya penurunan Balita stunting Kemenkes terus mendorong upaya pemenuhan gizi, salah satunya dengan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi Ibu hamil dan Balita. “Angka Balita stunting berhasil diturunkan dari 29,0% di tahun 2015 menjadi 27,5% tahun 2016,” kata Menkes. Untuk pemenuhan gizi pada Balita kurus, Kemenkes telah mendistribusikan 2.014,1 ton PMT kepada 186.481 Balita pada tahun 2015. Di tahun 2016 distribusi PMT naik menjadi 5.554,7 ton untuk 514.320 Balita. Sedangkan progress sampai dengan akhir semester I Tahun 2017 sebanyak 2.225,1 ton telah didistribusikan untuk 206.033 Balita di berbagai daerah di Indonesia.  “Selain untuk Balita, kami juga memperhatikan kesehatan bagi sang Ibu yang sedang mengandung. Karena didalam kandungannya ada generasi emas yang akan membagun negeri,” tukas Menkes. Di tahun 2015 PMT Ibu Hamil telah didistribusikan sebanyak 1.706,5 ton untuk 164.954 Ibu Hamil, 4.952,2 ton untuk 550.248 Ibu Hamil pada tahun 2016 serta 1.424 ton untuk 158.233 Ibu Hamil hingga akhir Semester I tahun 2017.

Pengendalian Penyakit Menular dan Vektor
Kemenkes juga menekan prevalensi HIV/AIDS di angka dibawah 0,5% yaitu sebesar 0,33% (697.142) di tahun 2016. Pada tahun 2015 sebanyak 63.066 ODHA yang mendapat ARV, pada tahun 2016 sebanyak 75.614 ODHA. Nila F.Moeloek memaparkan bahwa hingga Juli Tahun 2017, ODHA yang masih terus mendapatkan ART sebanyak 83.517 kasus. Disisi lain Kemenkes juga berupaya dalam pengendalian penyakit menular Tubercullosis Paru. Dalam capaiannya Indonesia berhasil mempertahankan indikator Angka keberhasilan TB (Success Rate/SR) minimal 85% sejak tahun 1999. Pada Tahun 2016 60% kabupaten/kota yang telah mencapai SR minimal 85%. Data pada triwulan 1-2 Tahun 2017, capaian SR sebesar 85%. Sedangkan dalam upaya pengendalian Malaria di Indonesia, Kemenkes telah berhasil menghentikan penularan malaria di 232 Kab/Kota ditahun 2015 yang kemudian meningkat menjadi 247 kab/kota  di tahun 2016 dan hingga Juli 2017 mencapai 251 kab/kota yang sudah eliminasi malaria.
 
Sanitasi Lingkungan
Untuk perbaikan sanitasi lingkungan, desa yang telah melaksanakan STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) pada tahun 2015 yaitu ada 26.417 desa, meningkat menjadi 33.927 desa di tahun 2016 dan hingga triwulan 2017 sudah mencapai 35.845 desa. Selain itu desa yang sudah melaksanakan stop buang air besar sembarangan atau open defecation free (ODF) selalu meningkat dari 5.447 desa (2015) ke 8.014 desa (2016) kemudian meningkat menjadi 9.212 desa hingga akhir triwulan II tahun 2017. “Akses masyarakat pada sanitasi juga memiliki trend yang meningkat dari 56,08% (2015) menjadi 69,13% (Triwulan II Tahun 2017) serta akses pada sumber air bersih juga meningkat dari 70,97% (2015) naik ke 71,14% (2016),” tutur Menkes RI

Pelayanan Kesehatan Kepada Masyarakat
“Pemerintah terus meningkatkan perlindungan finansial terutama masyarakat miskin dalam akses pelayanan kesehatan,” kata Menkes RI. Jumlah peserta penduduk termiskin yang dibayarkan iurannya oleh pemerintah (PBI) meningkat dari 87,8 juta jiwa sebanyak Rp 19,8 T pada tahun 2015 menjadi 91,1 juta jiwa sebanyak Rp 24,8 T di tahun 2016. Angka tersebut meningkat kembali menjadi 92,2 juta jiwa dengan total Rp. 16,9 T yang sudah dibayarkan hingga Juli 2017.   

SDM Kesehatan
Dari sisi Sumber Daya Manusia Kesehatan, upaya pemenuhannya dapat dilihat dari capaian penempatan Nusantara sehat berbasis tim sebanyak 694 orang di Tahun 2015 dan meningkat menjadi 728 orang pada tahun 2016. Sementara sampai dengan Juli 2017 sebanyak 347 orang. “Selain Nusantara Sehat, Pemerintah melakukan pengangkatan PTT Kemenkes menjadi CPNS Daerah sebanyak 39.090 tenaga kesehatan meliputi dokter, dokter gigi, dokter/dokter gigi spesialis dan bidan pada tahun 2017,” ungkap Menkes Nila. Capaian pembangunan fisik sarana dan prasarana puskesmas untuk sarana fisik sebanyak 112 unit dibangun pada tahun 2016 menjadi 1.146 unit pada tahun 2017. Pemenuhan sarana bergerak sebanyak 3.863 unit (2016) sementara pada tahun 2017 pengadaan sarana bergerak sebanyak 2.572 unit. Untuk pengadaan prasarana pada tahun 2016 sebanyak 15.395 unit, sementara pada tahun 2017 pengadaan prasarana sebanyak 14.887 unit.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, dan alamat email kontak@kemkes.go.id


Kepala Biro Komunikasi dan
Pelayanan Masyarakat


drg. Oscar Primadi, MPH
NIP 196110201988031013

Sumber: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
 


Senin, 28 Agustus 2017

[NARASI TUNGGAL] – Pekan Kerja Nasional Revolusi Mental

Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental: Membangun  Karakter Bangsa yang Kuat dan Ber-Bhinneka Tunggal Ika untuk Mencapai Tujuan NKRI Berdasarkan Pancasila dan UUD 1945

Jakarta (24/08) - Sebagai salah satu program prioritas Pemerintahan Joko Widodo - Jusuf Kalla, Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) gencar disuarakan. GNRM diperlukan untuk memperbaiki dan membangun karakter bangsa Indonesia yang mengacu pada nilai-nilai Integritas, Etos Kerja, dan Gotong Royong demi membangun budaya bangsa yang bermartabat, modern, maju, makmur, dan sejahtera berdasarkan Pancasila. Dasar pelaksanaan GNRM mengacu pada  Perpres No.2/2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 dan diperkuat dengan Inpres No.12/2016 tentang GNRM.

GNRM sejatinya berorientasi pada dampak (outcome) dan bukan pada hasil (output). Maka, untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran seluruh elemen bangsa akan arti penting GNRM, mengevaluasi 2,5 tahun pelaksanaan GNRM di Indonesia, mempercepat pelaksanaan GNRM Indonesia dalam skala nasional maupun daerah, serta sebagai sarana komunikasi, informasi dan edukasi GNRM Indonesia kepada seluruh lapisan masyarakat,  Kemenko PMK, Kemenko Polhukam, Kemenko Perekenomian, Kemenko Maritim, Kemdagri, Kemenpan/RB, Pemprov Jawa Tengah, dan Pemkot Surakarta bekerja sama menyelenggarakan kegiatan ‘Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental (PKN RM) 2017’.   Kegiatan yang akan berlangsung sejak 25-27 Agustus 2017 ini akan dibuka langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani, di Stadion Manahan, Surakarta dan akan dihadiri oleh 15.000 peserta dari perwakilan 34 Propinsi; 514 Kab/Kota; Kementerian/Lembaga; Dunia Usaha; LSM/Komunitas dan masyarakat umum. Adapun acara penutupan akan digelar di Benteng Vastenburg, Surakarta.

Tema yang diusung penyelenggaraan PKN RM ini adalah “Membangun  Karakter Bangsa yang Kuat dan ber-Bhinneka Tunggal Ika untuk Mencapai Tujuan NKRI Berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.” Maksud tema ini adalah agar GNRM makin memasyarakat. Menurut Menko Puan Maharani, PKN ini bertujuan untuk memasyarakatkan GNRM lebih jauh, agar lebih menyatu dalam keseharian hidup manusia Indonesia, sekaligus menunjukkan dampak positif yang konkret dan nyata. Karenanya, dalam acara PKN itu, akan diberikan penghargaan untuk 40 karya inovasi dalam pelayanan publik dari berbagai instansi pemerintah. Adapun beberapa inovasi pelayanan publik yang muncu dalam eksibisi di area PKN Revolusi Mental, antara lain : PELUK MY DARLING (Perawatan Luka Kusta Menyeluruh Dengan Garden Healing) yang dilakukan Pemprov Jawa Tengah ; Si Jempol (Sistem Informasi Jaringan Elektronik Medik Pasien Online) yang digagas Pemkab Tangerang ; SALEMPANG MERA (Selamatkan Pasien Pasung Melalui Tim Samurai ODGJ) oleh Pemkab Sampang ; Mencerdaskan Si Miskin Menjadi Generasi Emas yang dilakukan Pemprov Bali ; PANTASI MART (Pusat Pengadaan Fasilitas Sanitasi Masyarakat) yang digulirkan Pemkab Sumedang; PATUH SELAM (Pelayanan Administrasi Terpadu Kelurahan Selat Dalam) oleh Pemkab Kapuas; TETAP BERKEMAS (Tetap Lestari Berdayakan Kelompok Masyarakat) yang diselenggarakan Pemkab Hulu Sungai Selatan;iJUS MELON (Ijin Usaha Mikro melalui Online) di Pemkot Semarang;Lorong Sehat (Longset) yang ada di Pemkot Makassar;LASITER AMB (Layanan Transportasi Terpadu Angkutan Masyarakat Bintuni) yang diprogramkan Pemkab Bintuni. Sebagai informasi, 40 Inovasi Pelayanan Publik ini mewakili kombinasi dari kategori, kluster lembaga, dan kewilayahan yang bertujuan kualitas dan keterwakilan. Untuk  Kategori, indikatornya ialah pelayanan langsung, tatakelola pemerintahan, dan perubahan sosial. Adapun Kluster lembaga terdiri dari Kementerian/ Lembaga, Kabupaten. Kota dan BUMN. Sementara untuk kewilayahan terdiri dari Kelompok A (Sumatera, Jawa dan Bali), B (Kalimantan dan Sulawesi) serta C (Maluku, Nusa Tenggara dan Papua).

Salah satu dampak yang diinginkan dari Revolusi Mental sendiri adalah aparatur negara yang melayani publik dengan lebih baik. Kemenko PMK sendiri tidak mengklaim bahwa inovasi pelayanan publik yang memperoleh penghargaan Presiden itu adalah hasil langsung GNRM.

‘’Namun, setidaknya Gerakan Nasional Revolusi Mental ini memberikan dorongan dan apresiasi terhadap setiap inovasi untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Inovasi pelayanan publik itu adalah wujud nyata dari revolusi mental yang paling bisa dirasakan oleh masyarakat’’ ujar Menko PMK Puan Maharani. Dorongan yang dimaksud, menurut Puan Maharani, termasuk dukungan dari sisi kebijakan.

Dalam acara pembukaan itu.  akan diberikan juga penghargaan kepada 36 Kepala Daerah yang telah mendapatkan prestasi dalam Inovasi Pelayanan Publik.  Inovasi Pelayanan Publik yang dilakukan harus mengacu pada memberi perbaikan, memberi manfaat bagi masyarakat, dapat atau sudah direplikasi, berkelanjutan dan menarik. Inovasi tersebut minimal harus sudah dilaksanakan satu tahun.

Jelang pelaksanaan PKN RM, Sekretariat GNRM Kemenko PMK sudah jauh hari melakukan pre event lewat serangkaian sosialisasi kepada masyarakat kota Surakarta  seperti : Ajakan menyebarkan konten positif dalam bermedia sosial kepada 250 Pelajar SMA/SMK dan MA;  Sosialisasi GNRM kepada 500 Mahasiswa/pemuda/karang taruna; Program “Bersih Enak Sehat Tertib (BEST) Sajian Indonesia” kepada 250 Pedagang kuliner untuk menyambut pelaksanaan PKN RM; Pembentukan Gugus Tugas GNRM Surakarta kepada 100 ASN Pemkot Surakarta; serta berbagai lomba GNRM antara lain lomba karya tulis ilmiah, komik, foto, cipta lagu, game, film pendek, video klip dan POP UP.
Rangkaian acara utama yang digelar dalam PKN RM antara lain adalah :

  1. Rembuk Nasional dan Workshop tentang Indonesia Melayani - Indonesia Bersih - Indonesia Tertib - Indonesia Mandiri - Indonesia Bersatu yang bertujuan untuk menginventarisasi seberapa jauh implementasi GNRM di daerah. Masing-masing rembuk akan dibuka oleh keynote speech para Menteri antara lain Menko Polhukam, Menko Maritim, Menko Perekonomian, Menteri PAN&RB dan Mendagri. Kegiatan digelar pada tanggal 26 Agustus 2017 di 5 (lima) tempat secara bersamaan yaitu Hotel Sunan (Gerakan Indonesia Melayani), Hotel Paragon (Gerakan IndonesiaTertib), Hotel Megaland (Gerakan Indonesia Bersih), Hotel Best Western (Gerakan Indonesia Mandiri) dan Hotel Alila (Gerakan Indonesia Bersatu).
  2. Pameran Inovasi Layanan Publik yang diikuti oleh 100 stand pameran dari Kementerian/Lembaga, Provinsi, Kabupaten/Kota, Dunia Usaha dan Lembaga Swadaya Masyarakat untuk mempresentasikan perubahan pelayanan sebagai implementasi Revolusi Mental. Pameran berlangsung setiap hari selama penyelenggaraan PKN RM, bertempat di halaman stadion Manahan.
  3. Pagelaran Seni Budaya” menampilkan pementasan wayang kulit pada tanggal 24 Agustus pkl 20.00-03.00 WIB,  Dalang Warseno Slank dan Dagelan Bagonk CS dengan Lakon Bima Sakti serta pementasan seni tari bertempat di halaman benteng Vastenburg .
  4. Pentas musik kontenporer dan musik daerah bertempat di Lapangan Parkir Stadion Manahan pada tanggal 25-27 Agustus. Penampilkan grup music legendaris Godbless didampingi musikus lokak akan tampil 26 Agustus 2017 di Stadion Manahan mulai jam 19.00
  5. Dialog dan pameran film kebangsaan serta Gerakan Sosial melalui media digital bersama Riri Reza, Ari Sihasale, Sudjiwo Tedjo, Reza Rahardian, Garin Nugroho dan para penggiat film lainnya pada tanggal 26-27 Agustus 2017 bertempat di Gelanggang Pemuda Bung Karno Stadion Manahan. Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan pameran foto GNRM serta hasil lomba-lomba lainnya.
  6. Karnaval pada Car Free Day yang dimeriahkan dengan pawai pakaian daerah dari 34 Propinsi perwakilan peserta dari daerah dan ragam kreatifitas budaya Indonesia sepanjang jalan Stadion Sriwedari hingga Balai Kota Surakarta pada tanggal 27 Agustus 2017. Acara dimulai jam 7 dan selesai pukul 9.00 dilanjutkan dengan penutupan Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental

*********************
Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
roinfohumas@kemenkopmk.go.id
www.kemenkopmk.go.id
Twitter@kemenkopmk
IG: kemenko_pmk
Fb: @kemenkopmkRI

Sumber: Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
 


Selasa, 22 Agustus 2017

Registrasi Online ICIYE Tahun 2017

Download file

Sumber: Asisten Deputi Peningkatan IPTEK dan IMTAK Pemuda - Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda


Jumat, 18 Agustus 2017

Pemilihan Duta Pemuda Kreatif 2017

1. Pedoman

2. Pamflet

Sumber: Asisten Deputi Peningkatan Kreativitas Pemuda - Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda


Rabu, 16 Agustus 2017

[NARASI TUNGGAL] – Hari Perumahan Nasional 2017

Pemerintah Gandeng Pemangku Kepentingan Dorong Pencapaian Program Satu Juta Rumah

Jakarta - Dalam upaya mendorong pencapaian target dan kualitas perumahan lewat Program Satu Juta Rumah, Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan kampanye peningkatan kepedulian pemangku kepentingan melalui peringatan Hari Perumahan Nasional (Hapernas). Mengusung tema ‘Rumah Layak Huni Menuju Masyarakat Sejahtera’, Hapernas yang diperingati setiap tahun pada 25 Agustus ini, menegaskan komitmen pemerintah dalam menyediakan hunian layak, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Dukungan dan keterlibatan para pemangku kepentingan sektor perumahan dalam menyediakan rumah bagi MBR juga tampak di pameran Indonesia Properti Expo (IPEX) 2017 di Jakarta Convention Center (JCC), Jumat (11/8) yang diresmikan Presiden Joko Widodo. Pameran ini  merupakan bagian dari rangkaian kegiatan peringatan Hapernas 2017. IPEX 2017 diramaikan oleh 201 booth dengan rincian 117 booth non-MBR dan 84 booth MBR. Jumlah transaksi  pameran ini diharapkan mencapai Rp. 5 Trilliun, lebih baik dari angka transaksi tahun lalu sebesar Rp. 4,5  Triliun.

Secara serentak, pada IPEX 2017 akan dilakukan penandatanganan akad kredit bagi 1.393 debitur dengan BTN senilai Rp. 167,6 Miliar. Sebanyak 363 debitur akan berakad dengan nilai Rp. 44 Miliar di JCC Jakarta, sementara 1.030 debitur lainnya akan berakad di kota-kota lain di Indonesia dengan nilai Rp. 123,6 Miliar.

“Transaksi dan penandatanganan akad kredit ini sangat penting untuk dapat terus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dan optimisme publik, sehingga dapat menggerakkan ekonomi lokal melalui sektor konstruksi dan properti,” jelas Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam laporannya pada pembukaan IPEX 2017.

Melalui Hapernas 2017, Kementerian PUPR terus mendorong kemudahan MBR untuk memiliki rumah, yang ditunjang dari aspek regulasi. Tahun lalu pemerintah telah mengeluarkan Paket Kebijakan Ekonomi (PKE) XIII tentang Perumahan untuk MBR dan diikuti terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 64 Tahun 2016 tentang Pembangunan Perumahan Masyarakat Berpenghasilan Rendah. Melalui PKE XIII, jumlah izin yang diurus dan waktu pengurusan perizinan akan menjadi lebih singkat dari yang semula 33 izin dan tahapan, menjadi 11 izin. Jumlah hari permohonan perizinan pun lebih singkat, yakni yang awalnya lebih dari 700 hari menjadi 44 hari. Selain mengurangi jumlah izin dan waktu perizinan, biaya perizinan juga lebih hemat 70 persen dari biaya sebelumnya.
Dukungan dari pemerintah daerah tidak kalah pentingnya dalam menunjang pencapaian Program Satu Juta Rumah. Sebagai bentuk apresiasi atas  kontribusi signifikan pemerintah daerah dalam kemudahan layanan perizinan pembangunan rumah MBR, pada pembukaan IPEX 2017, Kementerian PUPR menyerahkan penghargaan kepada sembilan pemerintah provinsi, kabupaten dan kota. Penghargaan ini diharapkan dapat memotivasi daerah lain untuk lebih giat  memberikan layanan yang pro-investasi dan pro-MBR di bidang perumahan dan properti. Sembilan pemerintah daerah yang memperoleh penghargaan tersebut yaitu Pemerintah Provinsi  Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, dan Jawa Barat; Pemerintah Kabupaten Maros, Bandung dan Malang; serta Pemerintah Kota Jambi, Pontianak dan Manado.

Selain optimis dapat mengejar target dari segi kuantitas, pemerintah juga mendorong kualitas lingkungan perumahan. Saat ini, Kementerian PUPR bersama bank-bank penyalur subsidi, pengembang dan para pemangku kepentingan lainnya tengah membahas penyusunan pemeringkatan kualitas perumahan. Kementerian PUPR bersama para pemangku kepentingan juga tengah menjadikan salah satu perumahan MBR sebagai acuan (benchmark) dalam pembangunan perumahan MBR.
Ketersediaan jalan lingkungan, drainase, penerangan jalan umum, jaringan pipa air minum dan pengelolaan sampah 3R (Reduce, Reuse, Recycle) pun terus dikembangkan agar masyarakat memiliki rumah yang layak huni. Upaya ini dilakukan melalui subsidi pembiayaan prasarana, sarana, dan utilitas umum (PSU) kepada pengembang, sehingga biaya-biaya tersebut tidak dibebankan kepada konsumen MBR.  

Program Satu Juta Rumah yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 29 April 2015, di Ungaran, Semarang, Jawa Tengah merupakan salah satu program strategis nasional yang berupaya mengatasi tantangan backlog perumahan di Indonesia. Jumlah backlog perumahan di Indonesia sendiri berdasarkan konsep penghunian sebanyak 7,6 juta unit pada 2015 dan diharapkan turun menjadi 5,4 juta unit pada 2019.

Di tahun ketiga pelaksanaannya, Program Satu Juta Rumah telah menunjukkan hasil cukup baik. Untuk tahun ini, hingga Juli 2017, telah mencapai angka 499.702 unit rumah. Progres tersebut membuat Menteri Basuki optimistis capaian Program Satu Juta Rumah hingga akhir 2017 dapat lebih tinggi dari tahun 2015 sebanyak 699.770 unit dan tahun 2016 sebanyak 805.169 unit.  

Sore ini Presiden @Jokowi meresmikan Indonesia Properti Expo (IPEX) 2017 sbg bagian dari peringatan Hari Perumahan Nasional #Hapernas2017

137

Dg tema "Rumah Layak Huni Menuju Masyarakat Sejahtera" #Hapernas2017 menegaskan komitmen pemerintah u/ menyediakan hunian layak huni

132

IPEX2017 diramaikan 201 booth, 84 di antaranya untuk perumahan bagi MBR. Jml transaksi diharapkan mencapai Rp.5 T #Hapernas2017

127

Pada IPEX 2017 jg dilakukan penandatanganan akad kredit bagi 1393 debitur dengan BTN senilai Rp.167,6 M #Hapernas2017

117

Menteri Basuki: hal ini penting u/ menjaga momentum ptumbuhan & optimisme shg m'gerakkan ekonomi mll konstruksi & properti #Hapernas2017

136

Mll #Hapernas2017 @KemenPU dorong kemudahan akses MBR u/ miliki rumah, salah satunya mll regulasi spt PKE XIII yg diluncurkan tahun lalu

136

Dukungan pemerintah daerah jg penting u/ tunjang capaian program #SatuJutaRumah dgn m'beri kemudahan layanan perizinan perumahan MBR

132

@KemenPU berikan penghargaan bagi 9 pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota yang berkontribusi signifikan thdp capaian #SatuJutaRumah

134

Selain kuantitas, kualitas perumahan MBR juga diperhatikan, spt mll subsidi prasarana, sarana, dan utilitas umum (PSU) #SatuJutaRumah

133

Menteri Basuki optimis capaian #SatuJutaRumah thn ini lebih dari thn 2015 (699.770) & 2016 (805.169). Per Juli 2017 progresnya 499.702 unit

140


Sumber: Biro Komunikasi Publik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bersama Tim Komunikasi Pemerintah Kemkominfo


Selasa, 15 Agustus 2017

Bantuan Pemerintah Bagi Wirausaha Muda Pemula dan Sentra Kewirausahaan Pemuda Tahun 2017

Download file

Sumber: Asisten Deputi Kewirausahaan Pemuda - Deputi Bidang Pengembangan Pemuda


Jumat, 11 Agustus 2017

[NARASI TUNGGAL] – Hakteknas

 

 

NARASI TUNGGAL
HARI KEBANGKITAN TEKNOLOGI NASIONAL
KE-22 TAHUN 2017

Hari Kebangkitan Teknologi Nasional, disingkat Hakteknas merupakan salah satu hari bersejarah nasional yang diperingati setiap tanggal 10 Agustus berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 71 Tahun 1995. Tujuan peringatan Hakteknas selain untuk menghargai keberhasilan putra-putri Indonesia dalam memanfaatkan, menguasai, dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) serta untuk memberi dorongan kepada mereka untuk terus menerus membangkitkan daya inovasi dan kreasi guna kesejahteraan dan peradaban bangsa Indonesia. Hasil karya iptek, yang disuguhkan dalam peringatan Hakteknas juga menjadi momentum untuk memberikan pertanggungjawaban publik terhadap segala hal yang telah dilakukan oleh komunitas iptek dengan sumberdaya yang diberikan oleh rakyat Indonesia.

Peringatan Hakteknas yang merupakan tonggak sejarah kebangkitan teknologi ini berawal dari penerbangan perdana pesawat terbang N-250 Gatotkaca pada tanggal 10 Agustus 1995 di Bandung. Hasil karya anak bangsa ini menjadi bukti bahwa negara kita telah berhasil menumbuhkan inovasi dan jiwa mengembangkan iptek nasional. Hal ini membuktikan betapa pentingnya menanamkan perhatian, minat, dan kesadaran bangsa Indonesia terhadap pengembangan iptek dalam pembangunan nasional yang berkesinambungan.

Setelah 22 tahun berlalu sejak terbangnya N 250 tersebut, semangat dan jiwa kebangkitan teknologi akan diterapkan pada bidang-bidang yang merupakan ranah iptek dan inovasi. Untuk itu setiap tahun ditetapkan tema dan sub tema yang relevan dengan tuntutan masyarakat tentang kiprah iptek dan inovasi.

Peringatan Hakteknas ke-22 ini juga merupakan ajang penghargaan kepada para peneliti dan perekayasa yang sangat berprestasi dan produktif di bidang iptek. Selain itu juga memberikan penghargaan bagi para aktor Sistem Inovasi Nasional, yaitu untaian ABGC+M, akademisi (academician, A, sebagai penghasil iptek), swasta (business, B, sebagai pengguna iptek), pemerintah (government, G, selaku penumbuh iklim inovasi), komunitas (comunity C, sebagai kelompok pelaku iptek), dan media massa (mass media, M, selaku mitra pemasyarakatan hasil-hasil iptek). Para aktor inilah  yang telah berprestasi luar biasa dalam memacu tumbuhnya inovasi.

Pelaksanaan Hakteknas ke-22 juga merupakan sarana koordinasi semua jajaran pemangku kebijakan dan kepentingan secara nasional, dalam rangka meningkatkan semangat kreativitas dan inovasi teknologi untuk kemajuan bangsa. Selain itu, dalam peringatan Hakteknas ke-22 ini, juga akan ditampilkan berbagai hasil inovasi komunitas iptek dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi masyarakat.

Sejarah Singkat
Penerbangan perdana pesawat N-250 Gatotkaca
pada tanggal 10 Agustus 1995 merupakan pengejawantahan upaya panjang sejumlah ilmuwan Indonesia untuk menjadikan bangsa ini sebagai bangsa terhormat di dunia. Bermodalkan kebijakan transformasi industri yang dicanangkan oleh Menteri Riset dan Teknologi pada waktu itu, beberapa tahun sebelumnya IPTN telah berhasil memproduksi pesawat CASA-212 berkapasitas penumpang 12 orang dengan lisensi yang diperoleh dari Spanyol. Pengalaman dan pengetahuan yang dikumpulkan dari pelajaran membuat CASA-212 tersebut dikembangkan lebih lanjut oleh tenaga ahli IPTN. Dengan cara bermitra dan berpatungan dengan perusahaan CASA Spanyol, ahli-ahli Indonesia berinovasi untuk membuat produk baru dengan merancang bangun dan memproduksi pesawat CN-235 yang berkapasitas 35 penumpang.

Keberhasilan yang telah dicapai, dan bermodalkan semangat untuk terus maju dan mengembangkan teknologi penerbangan, anak-anak bangsa di IPTN lalu mulai merancang dan memproduksi secara mandiri pesawat N-250. Pesawat N-250 adalah pesawat komuter turboprop rancangan asli IPTN (sekarang PT. Dirgantara Indonesia). Pesawat ini menggunakan kode N yang berarti Nusantara menunjukkan bahwa desain, produksi dan perhitungannya dikerjakan di Indonesia.

Melalui keberhasilan komunitas iptek menerbangkan pesawat N-250, dan untuk lebih menyemangati masyarakat agar terus menghasilkan dan memajukan hasil teknologi dalam negeri, pada tanggal 6 Oktober 1995 Presiden Republik Indonesia menetapkan tanggal 10 Agustus sebagai Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) melalui Keputusan Presiden Nomor 71 Tahun 1995.

HAKTEKNAS Ke-22 Tahun 2017

Penyelenggaraan peringatan HAKTEKNAS KE-22 Tahun 2017 akan dilakukan di Provinsi Sulawesi Selatan, khususnya Kota Makassar, dengan mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:  
1.    Struktur ekonomi Makassar dari segi pembentukan PDRB Tahun 2015 dihasilkan oleh lapangan usaha Industri: Pengolahan, Perdagangan Besar dan Eceran; Konstruksi, Jasa Pedidikan dan Lapangan Usaha Informasi dan Komunikasi. Sementara peranan lapangan usaha lainnya di bawah 6% (6 perseratus), artinya sentuhan teknologi bagi penciptaan nilai tambah di dalam kegiatan industri masih sangat dibutuhkan;
2.    Di bidang Iptek dan Inovasi, di Provinsi Sulawesi Selatan terdapat 4 (empat) program Pusat Unggulan Iptek (PUI) dan Science Techno Park (STP), yaitu Science Techno Park di Kab. Bantaeng, Konsorsium Riset Pengembangan Rumput Laut di UNHAS, Balai Penelitian Tanaman Serelia di Kab. Maros, dan Balai Litbang Budidaya (Udang) Air Payau-Kementerian Kelautan dan Perikanan;
3.    Di Provinsi Sulawesi Selatan terdapat 113 Perguruan Tinggi, meliputi: 21 universitas, 5 institut, 49 sekolah tinggi, dan 31 akademi. Untuk peringkat Pergurun Tinggi, UNHAS berada pada peringkat 59 di Asia Tenggara. Data yang dirilis Webometrics per Juli 2016 menempatkan UNHAS pada peringkat 11, sedangkan dari International Colleges & Universities menempatkan UNHAS pada peringkat 21, merupakan satu-satunya universitas dari wilayah timur Indonesia. Selain itu, Kemenristekdikti pada akhir tahun 2016 menempatkan UNHAS sebagai Perguruan Tinggi terbaik dengan peringkat 8 di Indonesia.

Makassar juga dipilih dengan latar belakang sejarahnya dimana bangsa Bugis terkenal paling kuat dalam menguasai bahari sejak dahulu kala sebagaimana tertuang dalam La Galigo yang menjadi Memory of The World (MOW) UNESCO. Acara puncak peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional Ke-22 Tahun 2017 yang akan digelar pada tanggal 10 Agustus 2017 di Center Point of Indonesia – Kota Makassar, dengan semangat untuk mendorong tumbuh dan berkembangnya inovasi di daerah-daerah yang didasarkan potensi sumberdayanya. Atas pertimbangan tersebut, maka Hakteknas Ke-22 mengusung tema:  “Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan”  dan  subtema : “Peran SDM dan Inovasi dalam Pembangunan Maritim Indonesia”.  Pemilihan tema ini  adalah dalam upaya mendorong terwujudnya Visi Pembangunan Indonesia sebagai  Poros Maritim dunia yang dicanangkan Presiden Joko Widodo dan merupakan cita-cita besar terhadap penegakan kedaulatan ekonomi, pertahanan dan keamanan wilayah NKRI. 

Peringatan Hakteknas diselenggarakan untuk menghargai seluruh komponen bangsa dalam menguasai, memanfaatkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan inovasi, membangkitkan daya kreasi dan inovasi anak bangsa serta menunjukkan keberhasilan dan prestasi anak bangsa yang membanggakan, di bidang iptek dan inovasi berbasis maritim yang dihasilkan oleh lembaga litbang, perguruan tinggi, dunia usaha/industri dan komunitas atau pegiat Iptek dan inovasi. Untuk itu, riset-riset yang akan dilakukan bertujuan mempercepat hilirisasi dengan memenuhi kebutuhan dunia industri. Fokus riset ke depan akan dibagi ke dalam dua prioritas yaitu Prioritas Riset Nasional dan Prioritas Riset Bidang Fokus.

Prioritas Riset Nasional akan difokuskan kepada 3 fokus yaitu Food, Energy dan Water (FEW), sedangkan Prioritas Riset Bidang Fokus terdiri dari 7 bidang fokus yaitu Teknologi Pangan, Teknologi Informasi dan Komunikasi, Teknologi Energi, Teknologi Kesehatan dan Obat, Teknologi Transportasi, Teknologi Hankam, dan Material Maju. Dalam Rencana Induk Riset Nasional (RIRN),  dua bidang riset yang ditambahkan adalah Sosial dan Humaniora (Socio-Humanism) ,  serta Mitigasi Bencana Alam (Natural Disaster Management)

Sedangkan tagline yang diusung masih seperti pada Hakteknas Ke-21, sebagaimana telah dicanangkan oleh Bapak Presiden RI melalui Ibu Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan: “Gelorakan Inovasi”, pada Hakteknas Ke-21 yang lalu di Kota Solo, Provinsi Jawa Tengah. Prinsip-prinsip inovasi: seperti pembaharuan,  perbaikan, percepatan (be innovative,  be better, be cheaper, be faster) tanpa melupakan kualitas dan keunikan sumber daya alam yang dikembangkan dengan memanfaatkan Iptek, yang memungkinkan Indonesia untuk masuk kedalam persaingan global. Dengan terus menggelorakan inovasi diharapkan Indonesia menjadi negara maju, modern, dan sejahtera.

Tema Hakteknas ke-22 pada dasarnya menggarisbawahi pentingnya peran iptek dan inovasi di bidang kemaritiman sebagai ujung tombak komponen penentu kemandirian dan daya saing bangsa. Pembangunan kelautan dalam RPJMN 2015-2019 dilaksanakan dengan mengedepankan peran ekonomi kelautan dan sinergitas pembangunan kelautan nasional dengan sasaran:

1.    Termanfaatkannya sumber daya kelautan untuk pembangunan ekonomi dan kesejahteraan nelayan dan masyarakat pesisir
2.    Tersedianya data dan informasi sumber daya kelautan yang terintegrasi (one map policy) dalam rangka mendukung pengelolaan sumber daya pesisir dan laut.
3.    Terwujudnya TOL LAUT dalam upaya meningkatkan pelayanan angkutan laut serta meningkatkan konektivitas laut yang didukung oleh keselamatan maritim yang handal dan manajemen yang bermutu serta industri maritim yang memadai.
4.    Terpeliharanya kelestarian fungsi lingkungan hidup dan sumber daya hayati laut.
5.    Terwujudnya SDM dan IPTEK kelautan yang berkualitas dan meningkatnya wawasan dan budaya bahari.

Dalam konteks ini, kegiatan-kegiatan yang terkait dengan kemaritiman, bukan saja menyangkut pengembangan kapal-kapal laut, tetapi juga pengembangan teknologi kedirgantaraan seperti pengembangan pesawat N-219 yang dipandang sebagai teknologi yang dapat menjadi andalan dalam rangka keterhubungan konektivitas kemaritiman yang kita miliki. Dalam hal ini termasuk pengembangan teknologi roket untuk mengamankan dan mendukung konektivitas di bidang kemaritiman. Rangkaian kegiatan Hakteknas Ke-22 secara garis besar terdiri dari:

1.    Launching Hakteknas Ke-22 di Kemristekdikti-Jakarta (tgl. 24 April 2017) dan di Pelabuhan Paotere-Makassar (16 Juni 2017);

2.    Bakti Teknologi, antara lain:
•    Tanam Serentak benih padi unggul SIDENUK produk BATAN, dengan teknologi tanam IPAT-BO dari UNPAD, di 24 Kabupaten/Kota se Provinsi Sulawesi Selatan. Panen di Kab. Pangkep, Barru (9 Agustus 2017);
•    Pembuatan Kapal Pelat Datar;
•    Pembuatan Kaki Palsu (Prothesa), bagi 30 orang yang membutuhkan di Kota Makassar;
•    Safari Pusat Unggulan Iptek: “Bakti Untuk Negeri”.
3.    Anugerah Iptek, terdiri:
•    Budhipura, kepada pemerintah Provinsi atas prestasi dalam pembinaan kabupaten dan kota, bagi pengembangan dan penguatan inovasi.
•    Budhipraja, kepada pemerintah Kabupaten dan Kota atas prestasi pelaksanaan litbang Iptek dan inovasi.
•    Widya Kridha, kepada organisasi atau lembaga/kelompok masyarakat atas dedikasi dan kontribusinya dalam menggerakkan dan mengembangkan inovasi di masyarakat.
•    Widya Padhi, kepada Perguruan Tinggi atas prestasi pelaksanaan litbang Iptek dan inovasi.
•    Prayoga Sala, kepada Lembaga Penelitian dan Pengembangan (Litbang) atas prestasi pelaksanaan litbang Iptek dan inovasi.
•    Abyudaya, kepada Badan Usaha/Industri atas prestasi pelaksanaan inovasi.
•    Labdha Kretya, nugerah kepada masyarakat  umum/"akar rumput" (grass-root innovation)  atas prestasi pelaksanaan inovasi.
•    Adibrata, kepada masyarakat ilmiah, peneliti atau inovator atas prestasi pelaksanaan inovasi.
4.     Kegiatan Talkshow/Live Streaming TV , yang dilaksanakan untuk kegiatan-kegiatan pendukung, dan acara puncak.
5.     Kegiatan Ilmiah Nasional dan Internasional, antara lain: Kegiat an Ilimiah Nasional 27 kegiatan, di Makassar 11 kegiatan, dan Kegiatan Ilmiah Internasional 20 kegiatan, di Makassar 1 kegiatan.
•    International Symposium on Marine Plastic Debris, Kemenko Kamaritiman, di Kota Makassar.
•    Kuliah Umum di Politani Barru, Kab. Barru (9 Agustus 2017).
•    Forum Start Up Nasional, di Universitas Negeri Makassar, Kota Makassar (11 Agustus 2017).
6.    Side Event, antara lain:
•    Launching Science Center Daerah (SCD) di Kab. Pare Pare, oleh Bapak BJ. Habibie (11 Agustus 2017);
•    Lomba Penulisan, Foto Iptek, Apresiasi Media Wartawan dan Umum Di Jakarta;
•    Car Free Day – Gerak Jalan Sehat, di Anjungan Pantai Losari (6 Agustus 2017);
7.    Ritech Expo, ajang pamer produk inovasi nasional di Center Point of Indonesia (CPI) Makassar.
8.    Welcoming Dinner, penyambutan Tamu VIP di Rujab Gubernur Sulsel (9 Agustus 2017).
9.    Acara Puncak, di Center Point of Indonesia (CPI) Makassar, akan dihadiri Presiden RI, Menteri Kabinet Kerja, serta Pejabat  Lainnya, Baik di Pusat maupun di Daerah (10 Agustus 2017).
10.    Malam Apresiasi, di Fort Rotterdam, akan dilaksanakan pemberian penghargaan  Anugerah Iptek (10 Agustus 2017).
11.    Penyerahan “PATAKA HAKTEKNAS KE-23 TAHUN 2018”, pada Acara Puncak kepada Provinsi Riau (10 Agustus 2017).

Peringatan HAKTEKNAS Ke-22 Tahun 2017 di Kota Makassar, diselenggarakan sebagai wujud penghargaan dan apresiasi atas keberhasilan ataupun prestasi anak bangsa yang membanggakan di bidang iptek, dengan lahirnya berbagai  produk inovasi dalam menunjang pembangunan di bidang maritim atau produk lain yang terkait untuk pembangunan maritim yang bermuara kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat serta kemandirian dan daya saing bangsa.

##

 

Informasi Lebih Lanjut :
Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi
Dan Biro Kerjasama dan Kompublik
Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi
Gedung D Kemenristekdikti Lantai 8, Jakarta

Sumber: Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi




 


Jumat, 04 Agustus 2017

Petunjuk Teknis Pemilihan Wirausaha Muda Pemula Berprestasi dan Penggerak Wirausaha Muda Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2017

Download file

Sumber: Asdep Kewirausahaan Pemuda - Deputi Bidang Pengembangan Pemuda

 


Agustus 2017
Min
Sen
Sel
Rab
Kam
Jum
Sab
 
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31