Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia

Diberitahukan bahwa saat ini Call Center Kemenpora (1500 928) sudah aktif kembali.

Pengumuman

Jumat, 10 November 2017

[NARASI TUNGGAL] - Hari Pahlawan

 

Peringatan Hari Pahlawan 2017, Mensos : Mari Perkokoh Persatuan Membangun Negeri

JAKARTA (10 November 2017) - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkokoh semangat persatuan, kesatuan dan persaudaraan untuk membangun negeri.

Menurutnya, peringatan Hari Pahlawan 10 November harus menjadi momentum bagi seluruh anak bangsa untuk kembali bersatu padu mengatasi segala permasalahan bangsa yang kita hadapi. Saat ini, kata dia, komitmen bangsa akan pentingnya persatuan, toleransi dan keberagaman tengah diuji.

"Jangan memberi ruang bagi mereka  yang tidak suka melihat kondisi Indonesia yang guyub, aman, tenteram dan damai. Jangan memberi peluang bagi siapapun yang  berusaha memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa dengan cara apapun, apalagi yang berusaha  membenturkan antara satu kelompok dengan kelompok lainnya dengan berita hoax dan sebagainya," ungkap Khofifah dalam siaran persnya di Jakarta, Jum'at (10/11).

Khofifah mengatakan, persatuan dan kesatuan bangsa adalah janji kemerdekaan yang harus ditunaikan. Janji mewujudkan sebuah republik yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur. Dan janji tersebut, hanya bisa terlaksana apabila seluruh elemen bangsa bersatu.

Tantangan Indonesia saat ini, kata Khofifah, jauh lebih kompleks dan multisektor. Tidak hanya dalam soal ekonomi semata, namun juga sosial, politik, budaya, energi, dan lain sebagainya. Selayaknya tantangan tersebut dijawab dengan kesiapan sumber daya manusia Indonesia yang  mumpuni dan berdaya saing.

Karena, lanjut Khofifah, jika Indonesia tidak bisa mengikuti dan beradaptasi dengan kondisi global kekinian, maka bukan tidak mungkin Indonesia hanya sekedar menjadi follower (pengikut-red). Saat ini Indonesia dengan segala sumber daya yang dimiliki telah mengambil peran penting dalam percaturan global. Berbagai prestasi berskala internasional pun telah berhasil diukir anak bangsa.

Khofifah mengungkapkan, tiga tahun terakhir kondisi Indonesia semakin membaik. Dicontohkan, indeks  pembangunan manusia pada 2016 di Indonesia naik dari kategori sedang menjadi kategori tinggi seiring dengan adanya kenaikan indeks menjadi 70,18. Sementara peringkat daya saing Indonesia secara global naik 5 tingkat ke peringkat 36 dari 137 negara dibanding peringkat sebelumnya pada posisi ke 41 berdasarkan publikasi yang World Economic Forum (WEF).

"Mari kita semua membuang mentalitas negatif yang bisa mereduksi  persatuan dan kesatuan dan persaudaraan  kebangsaan. Mari kita semua kerja bersama, bahu membahu, dan bergotong royong membangun Indonesia di semua lini kehidupan agar lebih maju dan sejahtera," imbuhnya.

Khofifah menambahkan, dalam konteks kekinian,  menjadi pahlawan tidak lagi dengan berperang dan mengangkat senjata melawan penjajah. Namun berperang untuk mengatasi berbagai masalah bangsa, seperti kemiskinan, pengangguran, keterlantaran, ketertinggalan, keterbelakangan , korban bencana, dan berbagai masalah sosial lainnya.

Semangat dan nilai-nilai kepahlawanan harus bisa diimplementasikan dan didayagunakan untuk hal tersebut. Pendeknya, lanjut dia, pahlawan kekinian adalah mereka yang konsisten  memperjuangkan dan berkorban   untuk suatu  perubahan ke arah yang positif.

"Jika setiap individu mampu melakukan hal keteladanan, dapat dibayangkan efek yang dapat dihasilkannya. Berbagai persoalan yang mendera bangsa jauh lebih mudah teratasi karena semua warga negara memiliki integritas yang tinggi," tuturnya.

Gelar Pahlawan Nasional

Sementara itu, pada peringatan Hari Pahlawan tahun ini Pemerintah memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada empat orang anak bangsa yang dinilai berkontribusi besar untuk Indonesia. Masing-masing yaitu TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid tokoh asal Nusa Tenggara Barat, Laksamana Malahayati (Keumalahayati) tokoh asal Nanggroe Aceh Darussalam, Sultan Mahmud Riayat Syah tokoh asal Kepulauan Riau, dan Lafran Pane tokoh asal Daerah Istimewa Yogyakarta.

Penganugerahan ini diputuskan melalui Kepres RI No 115/TK/tahun 2017 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan. Keputusan ini diambil setelah sebelumnya Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan bersidang pada Oktober lalu.

Dengan penganugerahan keempat pahlawan nasional baru tersebut, maka jumlah Pahlawan Nasional Indonesia saat ini berjumlah 173 orang yang terdiri dari 160 orang laki-laki dan 13 orang perempuan. Para pahlawan tersebut berasal dari sipil dan juga TNI/Polri.

Khofifah menjelaskan Pahlawan nasional adalah gelar yang diberikan pemerintah kepada seorang Warga Negara Indonesia yang semasa hidupnya melakukan tindak kepahlawanan dan berjasa luar biasa bagi kepentingan bangsa dan negara yang semasa hidupnya tanpa cela.

"Mereka yang menyandang gelar pahlawan nasional tidak hanya yang berjasa di medan perang tapi juga di bidang lain yang gaung dan manfaatnya dirasakan secara nasional," terangnya.

"Permohonan usul pemberian gelar pahlawan nasional kepada presiden melalui Dewan Gelar. Sebelumnya diadakan verfikasi, penelitian dan pengkajian melalui proses seminar, diskusi, serta sarasehan," tambah dia. (*)

Biro Hubungan Masyarakat Kemensos

Sumber: Kementerian Sosial Republik Indonesia


Jumat, 10 November 2017

Informasi Pendaftaran Mahasiswa Baru Politeknik Olahraga Indonesia (POI) Jakabaring Palembang – Sumatera Selatan (Revisi)

Download file

 

(Sumber: Biro Perencanaan dan Organisasi - Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga)


Senin, 06 November 2017

[NARASI TUNGGAL] - Orangutan Tapanuli

Spesies Baru Orangutan di Sumatera: Orangutan Tapanuli (Pongo Tapanuliensis)
 
Jakarta, 03/11/2017 - Berawal dari kerjasama antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Nasional (UNAS), dengan Yayasan Ekosistem Lestari - Program Konservasi Orangutan Sumatra (YEL-SOCP), dan berbagai Universitas lain di mancanegara, sejumlah tim peneliti yang bergerak di bidang genomik-genetika konservasi, morfologi, ekologi, serta perilaku primata menyimpulkan bahwa populasi orangutan Sumatera yang terletak di habitat terisolir yaitu Ekosistem Batang Toru, di ketiga Kabupaten Tapanuli, Sumatera Utara, sebagai spesies baru dari kelompok genus orangutan. 
 
Hari ini hasil penelitian ini dilaporkan di dalam salah satu jurnal internasional terkemuka, Current Biology, dimana kategori jenis orangutan baru dengan nama ilmiah Pongo tapanuliensis atau orangutan tapanuli dinobatkan sebagai spesies orangutan ketiga, setelah Pongo pygmaeus (orangutan kalimantan) dan Pongo abelii (orangutan sumatera). 
 
Bukti pertama yang mengukuhkan orangutan tapanuli sebagai kategori spesies baru terlihat dengan terpaparnya perbedaan genetik yang sangat besar di antara ketiga jenis orangutan (melebihi perbedaan genetik antara gorila dataran tinggi dan rendah maupun antara simpanse dan bonobo di Afrika). Orangutan tapanuli diduga merupakan keturunan langsung dari nenek moyang orangutan yang bermigrasi dari Dataran Asia pada masa Pleistosen (+ 3.4 juta tahun silam). 
 
Perbedaan morfologi lain terlihat dari ukuran tengkorak dan tulang rahang lebih kecil dibandingkan dengan kedua spesies lainnya, serta rambut di seluruh tubuh orangutan tapanuli yang lebih tebal dan keriting. Pengukuran tengkorak dan tulang rahang ini dilakukan oleh peneliti Anton Nurcahyo, MSi sebagai bagian dari studi doktoralnya yang sedang ia selesaikan di Australian National University (ANU) bersama dengan pakar taksonomi primata Prof. Dr. Colin Groves. “Kami sangat terkejut sekaligus senang ketika menemukan ukuran tengkorak yang sangat berbeda secara karakteristik dibandingkan dengan spesies lainnya”, tambah Anton.
 
Berdasarkan studi perilaku dan ekologi, orangutan tapanuli juga diketahui memiliki jenis panggilan jarak jauh/ long call (cara jantan menyebarkan informasi)  yang berbeda serta jenis pakan unik dari jenis buah-buahan yang hanya ditemukan di Ekosistem Batang Toru. 
 
Peninjauan terakhir terhadap jumlah populasi orangutan tapanuli dilaporkan pada tahun 2016, di mana hanya tersisa tidak lebih dari 800 individu hidup yang tersebar di tiga populasi terfragmentasi di Ekosistem Batang Toru. “Terdapat tekanan antropogenik yang kuat terhadap keberadaan populasi orangutan tapanuli karena konversi hutan dan perkembangan lainnya”, ujar Dr. Puji Rianti, salah satu peneliti dari Institut Pertanian Bogor yang mempelajari genetika konservasi dari spesies orangutan di Sumatera. 
 
Dr. Rianti menambahkan bahwa, “Tindakan mendesak diperlukan untuk meninjau ulang usulan-usulan pengembangan daerah di wilayah ini sehingga ekosistem alami tetap terjaga demi keberlangsungan hidup orangutan tapanuli di masa depan”. Saat ini kawasan Ekosistem Batang Toru merupakan habitat terakhir bagi orangutan Tapanuli dengan jumlah individu terpadat. 
 
Oleh karena itu, sebagian kawasan ekosistem Batang Toru  telah ditetapkan oleh Menteri LHK melalui Nomor : SK.637/MenLHK-Setjen/2015, tanggal 14 Desember 2015, menjadi KPH Lindung atau KPHL XXIV, KPHL XXV, dan KPHL XXVII, dipayungi oleh KPHL XI pada tahun 2015.  Pengelolaan KPHL-KPHL tersebut perlu memprioritaskan upaya-upaya perlindungan bagi spesies orangutan jenis baru. 
 
“Pemerintah Indonesia sangat gembira dan bangga terhadap penemuan ini”, ujar Menteri LHK. Menteri juga berpendapat bahwa penemuan ini semakin menunjukkan betapa kayanya wilayah Indonesia dengan keanekaragaman hayati yang masih relative sedikit diketahui. “Kami sangat bertekad untuk menjaga keberlangsungan hidup spesies kera besar ini, bekerjasama dengan pemerintah provinsi, kabupaten, para peneliti, LSM, sivitas akademika, aktivis lingkungan, masyarakat dan para pihak lainnya. Kami menyadari bahwa Indonesia semakin memainkan peranan kunci dalam konservasi kehidupan global seluruh kera besar di dunia”, sambungnya. 
 
 
Penanggung jawab berita:
Djati Witjaksono Hadi, Kepala Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan – 0813 7563 3330 
 
Bekerjasama dengan Tim Komunikasi Pemerintah Kemkominfo
 
 
 
 
 
 
Sumber: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia
 


Kamis, 02 November 2017

[NARASI TUNGGAL] - Kemudahan Berusaha Indonesia

Kerja Bersama, Percepatan Kemudahan Berusaha di Indonesia Makin Diakui di Dunia
 
Jakarta, 01/11/2017 - Ikhtiar pemerintah memperbaiki kondisi ekonomi secara keseluruhan kembali membuahkan hasil. Capaian kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla berhasil dicatat dunia internasional berkat kerja bersama antarpemangku kepentingan, baik pemerintah, swasta maupun masyarakat.
 
Capaian terbaru berupa Ease of Doing Business (EODB). Dalam laporan terbaru yang dikeluarkan oleh Bank Dunia tentang Kemudahan Berusaha, peringkat kemudahan berusaha di Indonesia (EODB 2018) naik 19 peringkat ke posisi 72 dari 190 negara yang disurvei.
 
Capaian ini melanjutkan tren percepatan peningkatan peringkat dalam dua tahun terakhir. Seperti diketahui, pada EODB 2017 posisi Indonesia naik 15 peringkat, dari 106 ke peringkat 91. Pada tahun tersebut Indonesia masuk dalam 10 negara Top Reformers. Dengan demikian, dalam 2 tahun terakhir posisi Indonesia telah naik 34 peringkat. Sebelum EODB 2017 posisi Indonesia berkisar antara peringkat 116 – 129.
 
“Dalam 3 tahun terakhir, Indonesia telah menjadi tempat yang lebih mudah untuk berusaha. Prestasi ini tak terlepas dari kerja keras semua pihak,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution. 
 
Sebagai perbandingan, perkembangan peringkat negara-negara lain di ASEAN dalam 2 tahun terakhir antara lain: Vietnam naik 23 peringkat dan Thailand naik 20 peringkat. Adapun Malaysia turun 2 peringkat dan Filipina turun 14 peringkat.
 
Indikator EODB 2018 yang mengalami perbaikan tajam adalah: (1) Penyelesaian Kepailitan (Resolving Insolvency) dari posisi 74 di EODB 2016 menjadi posisi 38 di EODB 2018 (36 peringkat); (2) Penegakan Kontrak (Enforcing Contracts) dari posisi 171 di EODB 2016 menjadi posisi 145 di EODB 2018 (26 peringkat); (3) Penyambungan Listrik (Getting Electricity) dari posisi 61 di EODB 2016 menjadi posisi 38 di EODB 2018 (23 peringkat). 
 
Selanjutnya, untuk mengejar target peringkat 40 pada EODB 2020, pemerintah akan fokus untuk: 
a. Memperbaiki peringkat EODB 2018 (peringkat 144) Memulai Usaha (Starting a business) dengan cara mengurangi prosedur perizinan dan penerapan layanan sistem online. 
b. Memperbaiki peringkat EODB 2018 (peringkat 114) Sistem Pembayaran Pajak (Paying taxes) dengan cara melanjutkan program E-Filing dan memperbaiki database perpajakan. 
c. Memperbaiki peringkat EODB 2018 (peringkat 112) Perdagangan Lintas Batas (Trading across borders) dengan cara menurunkan jumlah lartas, menerapkan integrated risk management, dan penggunaan sistem online. 
d. Memperbaiki peringkat EODB 2018 (peringkat 108) Izin Mendirikan Bangunan (Dealing with construction permits) dengan cara simplifikasi prosedur dan memperkuat inspeksi bangunan. 
 
***
 
Hermin Esti Setyowati
Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian
email: humas.ekon@gmail.com
twitter: @perekonomianRI
website: www.ekon.go.id
 
bekerjasama dengan Tim Komunikasi Pemerintah Kemkominfo
 
 
 
 
Sumber: Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia


Selasa, 31 Oktober 2017

[NARASI TUNGGAL] - Asia Pasific Food Forum

NARASI TUNGGAL

Sehat Berawal dari Piring Makanku

Jakarta, 30 Oktober 2017

Istilah “you are what you eat” sudah cukup banyak didengar masyarakat. Namun makna dari istilah tersebut perlu diresapi dan diinternalisasi oleh setiap individu bahwa zat-zat yang terkandung di dalam makanan dan minuman yang kita konsumsi membawa pengaruh terhadap sistem tubuh. Maka tidak salah bila dikatakan bahwa asupan makanan menentukan kesehatan.

Makan bukan untuk sekadar kenyang, tetapi perlu memenuhi kebutuhan nutrisi dan menjaga kesehatan tubuh. Karena itu, masyarakat hendaknya mengetahui apa itu “piring makanku” yang dapat menjadi acuan bagi kita setiap kali makan.

Piring sajian sebaiknya diisi dengan asupan karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral seimbang. Hal ini dikarenakan tidak ada satupun jenis makanan yang mengandung semua jenis zat gizi yang dibutuhkan tubuh. Untuk itu, konsumsilah pangan yang beragam.

Dalam satu porsi sajian, sayur-sayuran dan buah-buahan memiliki porsi paling banyak, yakni separuh bagian piring setiap makan (satu kali sajian).

Sementara itu, separuh bagian priring lainnya dapat diisi dengan makanan pokok yang bisanya mengandung karbohidrat dan lauk-pauk yang banyak mengandung protein (porsi protein harus lebih banyak dibanding karbohidrat).

Jadikan Ikan Sebagai Sumber Protein Utama

Protein sangat penting karena peranannya sebagai sumber energi, zat pembangun tubuh, bahkan berfungsi juga dalam mekanisme pertahanan tubuh.

Menteri Kesehatan RI, Nila Farid Moeloek menyatakan bahwa saat ini dibutuhkan perubahan mindset masyarakat untuk tidak selalu berpikir daging merah sebagai sumber protein. Menkes mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara kelautan yang sangat kaya akan jenis ikan yang beraneka ragam. Perairan yang sedemikian luas tentu mengandung kekayaan protein hewani yang tinggi dan dibutuhkan oleh masyarakat. Karena itu, Menkes mengajak masyarakat untuk menjadikan ikan sebagai sumber protein yang utama bagi keluarga Indonesia.

“Seharusnya ikan jadi makanan utama bagi masyarakat kita, karena (ikan) memiliki protein tinggi bila dimasak dengan benar”, tutur Menkes dalam salah satu rangkaian kegiatan Festival Ikan dan Lomba Masak Ikan Nusantara “Menuju Istana” yang bertempat di Kantor Staf Presiden di Jakarta Pusat, Senin siang (3/6).

Secara umum komposisi protein hewani pada ikan sebenarnya tidak terlalu berbeda kandungannya dengan protein hewani lainnya. Namun, ikan dikatakan lebih menyehatkan karena lemak yang terkandung di dalam ikan bukan merupakan lemak jenuh. Sebagai salah satu sumber protein hewani, ikan mengandung asam lemak tak jenuh (omega, yodium, selenium, fluorida, zat besi, magnesium, zink, taurin, serta coenzyme Q10). Selain itu, kandungan omega 3 pada ikan jauh lebih tinggi dibanding sumber protein hewani seperti daging sapi dan ayam.

“Lebih sehat ikan, karena (mengandung) bukan lemak jahat kalau bahasa awamnya. Ikan memiliki kandungan DHA, sementara daging sapi atau ayam tidak ada. Selain itu, ikan itu semuanya halal, dapat dikonsumsi semua usia,” tambah Menkes.

Batasi Konsumsi Gula, Garam, dan Lemak

Dalam setiap sajian, masyarakat juga sebaiknya memperhatikan kandungan gula, garam dan lemak. Batasan konsumsi gula, garam, dan lemak yang disarankan Kementerian Kesehatan per orang per hari adalah: Gula tidak lebih dari 50 gr (4 sendok makan); Garam tidak melebihi 2000 mg natrium/sodium atau 5 gr (1 sendok teh), dan untuk lemak hanya 67 gr (5 sendok makan minyak). Untuk memudahkan mengingat rumusannya adalah G4 G1 L5.

Gula merupakan salah satu sumber energi yang dibutuhkan manusia. Namun, jika berlebihan, gula dapat menyebabkan obesitas dan memicu diabetes tipe 2. Di dalam buah-buahan segar terdapat gula alami, sehingga sebenarnya tambahan gula tidak dibutuhkan lagi.

Sementara itu, garam mengandung natrium dan sodium. Garam dalam jumlah sedikit dibutuhkan untuk mengatur kandungan air dalam tubuh. Jika berlebihan, garam dapat menyebabkan hipertensi hingga stroke. Sedangkan lemak, juga diperlukan dalam tubuh sebagai cadangan energi. Lemak berlebih dapat meningkatkan risiko penyakit jantung hingga kanker. Lemak dapat berbentuk padat dan cair (minyak). Lemak pun banyak ditemui pada makanan yang digoreng.

EAT Asia Pasific Food Forum

Pengenalan sumber protein dan zat gizi lainnya, bahkan hingga penanganan masalah pangan secara luas akan dibahas secara serius oleh para pengambil kebijakan (stakeholders) se-Asia Pasifik dalam EAT Asia Pacific Food Forum (APFF) 2017 pada 30-31 Oktober 2017 di Jakarta.

Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Kementerian Kesehatan RI bekerjasama dengan EAT dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut. Hal ini didasari atas semangat Presiden RI Joko Widodo yang bercita-cita besar dalam hal ketahanan pangan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia, terutama dari pemenuhan gizi anak bangsa.

Lebih dari 500 perwakilan pemerintahan, peneliti, inovator, pelaku bisnis, akademisi dan anggota masyarakat akan terlibat dalam forum ini. Pembicara kelas dunia juga akan memaparkan sejumlah topik mulai dari perubahan pola konsumsi makanan, ketahanan sistem pangan, sampai topik yang lebih praktis seperti menu bernutrisi untuk masa depan yang lebih sehat. Selain pemimpin pemerintahan dan menteri dari berbagai negara, juga mengajak berbagai praktisi untuk berbagi pengalaman.

Sejumlah menteri dalam Kabinet Kerja akan menjadi pembicara, yaitu Menteri Kesehatan RI Nila Farid Moeloek, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menko PMK Puan Maharani. Beberapa nama pejabat lainnya ikut memberikan solusi pangan bersama organisasi penggagas forum ini, EAT Foundation.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemkes melalui nomor hotline (kode lokal) 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat

drg. Oscar Primadi, MPH


 

Sumber: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia


Senin, 30 Oktober 2017

Narasi Tunggal HSP Kemenpora

Peringati Sumpah Pemuda Ke-89, Menpora Lakukan Pembacaan Ikrar Sumpah Pemuda dan Dialog Pemuda dari 9 Titik Yang Berbeda di Dalam dan Luar Negeri

Jakarta - Ada yang berbeda dengan peringatan Sumpah Pemuda ke-89 yang dilakukan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga tahun ini. Menteri Pemuda dan Olahraga melakukan napak tilas pembacaan kembali Ikrar Sumpah Pemuda bersama para pemuda yang berada di 9 lokasi terpisah yang berbeda di dalam dan luar negeri, Jumat Sore (27/10).

Para Pemuda yang mengikuti pembacaan ikrar ini berasal dari 9 kegiatan unggulan bidang kepemudaan, yakni Pemuda Magang di Turki, Pemuda Lintas Agama di Merauke-Papua, Peserta Kirab Pemuda di Kota Padang Panjang-Sumatera Barat, Peserta Kirab Pemuda di Ternate-Maluku Utara, Peserta Pemuda Tani di Bulukumba-Sulawesi Selatan, Pemuda Manufaktur di Sleman-Yogyakarta, Pemuda Anti Narkoba di Tangerang-Banten, Pemuda Mandiri Membangun Desa di Mojokerto-Jawa Timur, dan Pemuda Pelopor di Lokasi Pemberian Penghargaan Kota Layak Pemuda di Padang-Sumatera Barat.

“Kemajuan teknologi hari ini memungkinkan kita untuk melakukan kembali pembacaan ikrar ini secara bersama-sama, dengan menggunakan video conference yang menguatkan sekaligus membuktikan bahwa meski kita berbeda, meski kita jauh terpisah dari timur hingga barat dan utara selatan, di dalam dan luar negeri, namun jiwa kita masih sama, Indonesia. Kita akan terus menyerukan dan menggelorakan semangat berani bersatu terutama di kalangan anak muda,” ucap Menpora saat memimpin pembacaan Ikrar Sumpah Pemuda ini.

Namun justru dengan berbagai macam kemudahan yang kita miliki hari ini, Menpora menyebut justru bangsa ini lebih sering berselisih paham, mudah memvonis orang, mudah sekali terpecah belah, saling mengutuk satu dengan yang lain, menebar fitnah dan kebencian. Seolah-olah kita ini dipisahkan oleh jarak yang tak terjangkau, atau berada di ruang isolasi yang tidak terjamah, atau terhalang oleh tembok raksasa yang tinggi dan tebal hingga tidak dapat ditembus oleh siapapun.

“Padahal, dengan kemudahan teknologi dan sarana transportasi yang kita miliki hari ini, seharusnya lebih mudah buat kita untuk berkumpul, bersilaturahim dan berinteraksi sosial. Sebetulnya, tidak ada ruang untuk salah paham apalagi membenci, karena semua hal dapat kita konfirmasi dan kita klarifikasi hanya dalam hitungan detik,” jelas Menpora lagi.

Ia mengatakan 89 tahun yang lalu Ikrar Sumpah Pemuda menjadi sebuah ikrar yang sangat monumental bagi perjalanan sejarah bangsa Indonesia, karena ikrar 71 orang pemuda inilah yang membuat 17 tahun kemudian lahir Proklamasi Kemenrdekaan Repubik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.


“Sumpah Pemuda dibacakan di arena Kongres Pemuda ke-2, dihadiri oleh pemuda lintas suku, agama dan daerah. Jika kita membaca dokumen sejarah Kongres Pemuda ke-2, kita akan menemukan daftar panitia dan peserta kongres yang berasal dari pulau-pulau terjauh Indonesia. Secara imaginatif sulit rasanya membayangkan mereka dapat bertemu dengan mudah,” ucapnya lagi seraya menambahkan bahwa para pemuda kala itu bukan hanya bertemu, tapi mereka juga berdiskusi, bertukar pikiran, mematangkan gagasan hingga akhirnya bersepakat mengikatkan diri dalam komitmen ke-Indonesiaan.

“Para Pemuda kala itu memiliki latar belakang agama, suku, bahasa dan adat istiadat yang berbeda-beda. Namun, fakta sejarah menunjukkan bahwa sekat dan batasan-batasan tersebut tidak menjadi halangan bagi para pemuda Indonesia untuk bersatu demi cita-cita besar Indonesia. Inilah yang kita sebut dengan “Berani Bersatu”, tegas Menteri asal Bangkalan, Madura ini.

Menpora mengutip pidato dari Presiden Republik Indonesia pertama, Bung Karno, yang pernah menyampaikan: “Jangan mewarisi abu Sumpah Pemuda, tapi warisilah api Sumpah Pemuda. Kalau sekadar mewarisi abu, saudara-saudara akan puas dengan Indonesia yang sekarang sudah satu bahasa, satu bangsa, dan satu tanah air. Tapi ini bukan tujuan akhir,”

“Pesan yang disampaikan oleh Bung Karno ini sangat mendalam khususnya bagi generani muda Indonesia. Api sumpah pemuda harus kita ambil dan terus kita nyalakan. Kita harus berani melawan segala bentuk upaya yang ingin memecah pelah persatuan dan kesatuan bangsa. Kita harus berani mengatakan bahwa Persatuan Indonesia adalah segala-galanya, jauh di atas persatuan keagamaan, kesukuan, kedaerahan, apalagi golongan.” ucapnya lagi.

Sebagai pembantu Presiden yang menangani langsung urusan kepemudaan negeri ini, Imam Nahrawi mengucapkan rasa syukur bahwa di Era pemerintahan Presiden Republik Indonesia saat ini, Bapak Ir. Joko Widodo telah memberikan perhatian yang sangat besar terhadap pembangunan kepemudaan Indonesia. Pada bulan Juli 2017 yang lalu, Presiden telah menandatangani Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2017 tentang Koordinasi Strategis Lintas Sektor Penyelenggaraan Pelayanan Kepemudaan. Melalui Perpres ini, peta jalan kebangkitan pemuda Indonesia terus digelorakan bersama pemerintah daerah, organisasi kepemudaan dan sektor swasta, bergandengan tangan, bergotong royong melanjutkan api semangat Sumpah Pemuda 1928. Jargon presiden “Kerja Bersama” sangat tepat untuk menyambut generasi millenial Indonesia. Bersama pemerintah daerah, organisasi kepemudaan dan sektor swasta, kita bergandengan tangan, bergotong royong melanjutkan api semangat Sumpah Pemuda 1928. Pemuda Indonesia Berani Bersatu!.

Rangkaian Kegiatan Bulan Pemuda 2017

Rangkaian Kegiatan Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-89 yang dilakukan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga yang sebelumnya telah menetapkan bulan Oktober sebagai Bulan Pemuda, ditandai dengan pelaksanaan berbagai program unggulan di bidang kepemudaan Kemenpora, diantaranya Kirab Pemuda 2017 yang telah digelar sejak akhir September lalu.
Program Kirab Pemuda 2017 melibatkan 73 pemuda terpilih dari seluruh Indonesia yang melakukan perjalanan keliling Indonesia selama 72 hari untuk melakukan napak tilas kebhinekaan dan menggelorakan semangat Pemuda Indonesia Berani Bersatu. Kirab Pemuda 2017 ini juga sebagai ajang menyalurkan kreativitas pemuda dan mengembangkan potensi wisata lokal di setiap daerah. Sebanyak 34 provinsi dilewati dengan 100 Kabupaten/Kota yang dilibatkan dalam Kirab Pemuda yang menjadi inisiasi yang dilakukan untuk pertama kalinya ini. Adapun rute yang dilewati oleh para peserta Kirab ini terdiri dari dua rute besar yakni Zona !, yang berawal dari Miangas melintasi Sabang dan berakhir di Blitar, dan Zona 2 yang berawal dari Rote Ndao melintasi Merauke menuju Blitar dan akna berakhir pada tanggal 8 Desember mendatang.

Kegiatan kepemudaan lainnya yang diadakan yakni pemberian penghargaan terhadap pemuda berprestasi, penghargaan pemuda dengan disabilitas berprestasi, temu komunitas pemuda dan organisasi kepemudaaan, pengumuman pemenang lomba foto dan pengumuman dimulainya Pemilihan Pemuda Hebat Pilihan Netizen, yang merupakan kegiatan menominasikan pemuda hebat yang berdampak positif bagi lingkungan yang belum pernah mendapatkan peliputan luas dari media yang melibatkan partisipasi netizen dengan menggunakan media sosial.

Biro Humas dan Hukum Kemenpora dan Tim Komunikasi Pemerintah Kemkominfo
 

Sumber: Biro Humas dan Hukum Kemenpora dan Tim Komunikasi Pemerintah Kemkominfo


Jumat, 27 Oktober 2017

Pemenang Lomba Foto Kemenpora 2017

Download file

Sumber: Biro Hubungan Masyarakat dan Hukum - Sekretariat Kementerian Pemuda dan Olahraga


Desember 2017
Min
Sen
Sel
Rab
Kam
Jum
Sab
 
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31